UPDATE Dosen di Berastagi Tewas Dibunuh: Mobil XForce Digasak, Akun FB Korban Mendadak Aktif Dipakai Pelaku!

Berastagi - Peristiwa pembunuhan sadis yang menimpa seorang dosen di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, terus memicu kepanikan dan gelombang kecurigaan publik.
Korban, Asprina br Surbakti (38), ditemukan tewas meregang nyawa di dalam kamar mandi rumahnya di Komplek J-Kesain, Blok C1 No. 2, Desa Raya, Kecamatan Berastagi.
Aksi keji yang diduga kuat sebagai tindak pidana perampokan disertai pembunuhan sadis ini terjadi pada Jumat (25/9/2026) malam dan baru terungkap pada Sabtu (26/9/2026) siang.
Fakta mengerikan terus terkuak dari hasil penyelidikan kepolisian. Selain merenggut nyawa akademisi tersebut secara tragis, pelaku diduga kuat melarikan mobil pribadi milik korban, Mitsubishi XForce dengan nomor polisi BK 1326 SAB (sebelumnya teridentifikasi BK 1326 SAD), yang biasanya terparkir rapi di garasi rumah. Tak hanya itu, dokumen kendaraan korban pun amblas digasak pelaku.
Misteri makin mencekam setelah diketahui akun media sosial Facebook milik korban mendadak memperlihatkan aktivitas di dunia maya pasca-kejadian. Pihak kepolisian mengonfirmasi indikasi kuat bahwa telepon seluler (HP) milik korban telah dikuasai dan dibawa lari oleh sang pembunuh.
Kapolres Karo AKBP Pebriandi Haloho melalui Kasi Humas Polres Karo, AKP Pedoman Maha, membenarkan seluruh rangkaian temuan fakta di lapangan tersebut.
"Saat peristiwa terjadi, mobil korban tidak ditemukan terparkir di halaman rumah seperti biasanya," ujar AKP Pedoman Maha saat dikonfirmasi, Sabtu (26/9/2026) sore.
Menanggapi sorotan publik terkait akun Facebook korban yang terdeteksi masih aktif, Pedoman Maha menegaskan bahwa gawai milik korban dipastikan ikut digondol pelaku usai melancarkan aksi berdarah tersebut.
"Diduga kuat HP korban juga dibawa lari oleh pelaku," tegasnya.
Hingga saat ini, jajaran Satreskrim Polsek Berastagi bersama Tim Buser Polres Karo masih terus bergerak cepat mengumpulkan alat bukti dan mengejar jejak pelaku. Pihak kepolisian menegaskan belum bisa menyimpulkan motif pasti di balik aksi pembunuhan berdarah ini, termasuk dugaan adanya keterlibatan motif asmara maupun jumlah pelaku yang dieksekusi lebih dari satu orang.
"Kita belum bisa menyimpulkan semua kemungkinan motif tersebut, karena proses penyelidikan dan penyidikan masih berjalan intensif oleh jajaran Satreskrim," pungkas Pedoman Maha.
Penemuan jasad Asprina berawal dari kecurigaan mendalam rekan sesama dosen di tempatnya mengajar (Institut Teknologi dan Bisnis / IT&B Kabanjahe). Pihak kampus yang berulang kali mencoba menghubungi ponsel korban tanpa jawaban akhirnya mengontak abang kandung korban, Redianto Surbakti.
Pencarian dramatis pun dilakukan. Redianto yang menyisir lokasi kerja hingga kediaman adiknya mendapati rumah dalam kondisi terkunci rapat dari dalam. Karena diliputi kepanikan dan gundah luar biasa, Redianto bersama petugas keamanan perumahan dan perangkat Desa Raya akhirnya mendobrak paksa pintu rumah korban.
Tangis histeris seketika pecah saat pintu berhasil terbuka. Asprina ditemukan sudah dalam kondisi tak bernyawa di lantai kamar mandi. Danramil 03/Berastagi, Mayor Chb Vinchen Bangun, mengonfirmasi bahwa jajaran TNI dan Polri langsung bergerak ke lokasi usai menerima laporan darurat dari warga.
Usai menjalani proses autopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Medan guna kepentingan visum et repertum, jenazah dosen muda ini langsung dibawa oleh pihak keluarga menuju kampung halamannya di Desa Ajibuhara, Kecamatan Tigapanah, Kabupaten Karo untuk dimakamkan.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Aceh Dikepung Kabut Asap: BMKG Ungkap Pemicu dan Ancaman Transboundary Haze
- 2Bus Tahanan Polres Labuhanbatu Masuk Jurang Usai Tabrak Fuso di Jalinsum Labura, Tahanan Luka-Luka
- 3Sengketa Lahan Aceh Utara: Masyarakat dan Serikat Tani Desak PTPN Cot Girek Kembalikan 400 Hektar Tanah Sertifikat
- 4Kabut Asap Karhutla di Aceh Kian Pekat, BMKG Peringatkan Dampak Risiko Kesehatan Warga
- 5Polisi Terlibat Kejar-Kejaran Gerebek Narkoba di Tanjung Morawa, Tujuh Pelaku Ditangkap
- 6Dampak Kabut Asap Karhutla, Dinas Pendidikan Labuhanbatu Terapkan PJJ Bagi Siswa PAUD hingga SMP
- 7Tabrakan Beruntun Maut di Sergai, Sopir Angkutan Tewas dan 9 Orang Luka-Luka
- 8Gawat bah! Kado HUT ke-81 Pemkab Labuhanbatu Dicoreng "Rapor Merah", Aliansi Mahasiswa Ngamuk Geruduk Kantor Bupati
- 9354 Siswa di Berastagi Keracunan Menu MBG: 110 Dirawat Inap, BGN Resmi Suspend Dapur SPPG Sempajaya
- 10Diduga Jual Beli Jabatan, Wali Kota Medan Rico Waas Bebastugaskan Camat Medan Timur







