BRIN Siapkan SDM untuk Operasikan PLTN Pertama Indonesia pada 2032

AKURAT SUMUT - Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menggelar Focus Group Discussion (FGD) lintas kementerian dan lembaga untuk membahas akselerasi kesiapan sumber daya manusia (SDM) dan kelembagaan dalam menyongsong pembangunan pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) pertama Indonesia.
FGD dengan tema “Akselerasi Kesiapan Sumber Daya Manusia dan Kelembagaan Menyongsong Pembangunan PLTN Pertama”, digelar di Gedung B.J. Habibie, Jakarta, Selasa (10/3).
Pemerintah telah menargetkan pengoperasian pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) unit pertama pada 2032 sebagai bagian dari peta jalan menuju net zero emission (NZE) 2060.
Jeda waktu enam tahun menuju 2032 adalah masa kritis. Di mana, kesiapan sumber daya manusia (SDM) yang kompeten, berintegritas, dan memiliki budaya keselamatan nuklir yang kuat menjadi prasyarat mutlak yang tidak dapat ditawar.
Kepala BRIN, Arif Satria, mengatakan PLTN tidak lagi diposisikan sebagai opsi terakhir, melainkan pilar utama energi beban dasar (baseload) yang bersih dan stabil.
“Pembangunan PLTN merupakan lompatan peradaban teknologi yang menuntut standar keselamatan dan keamanan internasional ketat di bawah pengawasan Badan Tenaga Atom Internasional (International Atomic Energy Agency/IAEA),” kata Arif.
Baca Juga: Trump Serang Fasilitas Nuklir Iran, Harga Minyak Dunia Melejit ke Rp1,5 Juta per Barel!
Oleh karena itu, kesiapan SDM yang kompeten, berintegritas, dan memiliki budaya keselamatan nuklir yang kuat menjadi prasyarat mutlak yang tidak dapat ditawar.
“Jeda waktu enam tahun menuju 2032 adalah masa kritis. FGD ini bertujuan untuk memastikan bahwa ketika PLTN pertama beroperasi, yang mengoperasikan adalah putra-putri terbaik bangsa yang telah dipersiapkan secara matang, bukan hanya mengandalkan tenaga asing,” tegas Arif.
Kolaborasi Lintas Lembaga Siapkan SDM Nuklir
FGD ini menyinergikan lima dimensi utama kesiapan SDM yang selama ini berjalan parsial.
Yakni Dimensi Teknologi dan Standar dari BRIN untuk memastikan riset dan inovasi mendukung proses pembangunan, Dimensi Kelembagaan dan Birokrasi dari Kementerian PANRB yang akan membahas payung regulasi dan skema karier untuk menarik talenta terbaik dan Dimensi Kebijakan Energi Nasional dari Kementerian ESDM yang memastikan peta jalan PLTN berjalan beriringan dengan ketersediaan SDM.
Selain itu juga Dimensi Keselamatan dan Keamanan Nuklir dari BAPETEN yang menjamin pengawasan ketat oleh SDM berintegritas tinggi dan Dimensi Operasional dan Industri dari PT. PLN Nusantara Power yang akan menjadi ujung tombak pengoperasian reaktor secara aman dan efisien.
Sejumlah topik krusial dibedah, mulai dari peta jalan kompetensi, transformasi birokrasi dan manajemen SDM aparatur, regulasi pengembangan karier di bidang nuklir, hingga kesiapan operasional dan strategi transisi SDM dari PLTU batu bara ke PLTN.
Target PLTN Beroperasi 2032
Tidak kalah penting, diskusi akan menyentuh risiko kesenjangan waktu (the time gap risk) di mana standar IAEA mensyaratkan ribuan jam pengalaman bagi operator reaktor.
Sehingga, jika pelatihan masif baru dimulai tahun 2029, Indonesia terancam krisis operator berlisensi pada 2032.
Diskusi dipandu oleh Kepala Organisasi Riset Tenaga Nuklir (ORTN) BRIN dan menghadirkan enam panelis utama, yaitu Deputi Bidang SDM Ilmu Pengetahuan dan Teknologi BRIN, Deputi Bidang SDM Aparatur Kementerian PANRB, Direktur Jenderal EBTKE Kementerian ESDM, Kepala BAPETEN, serta Vice President of Technology Development PT. PLN Nusantara Power.
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Aceh Dikepung Kabut Asap: BMKG Ungkap Pemicu dan Ancaman Transboundary Haze
- 2Bus Tahanan Polres Labuhanbatu Masuk Jurang Usai Tabrak Fuso di Jalinsum Labura, Tahanan Luka-Luka
- 3Sengketa Lahan Aceh Utara: Masyarakat dan Serikat Tani Desak PTPN Cot Girek Kembalikan 400 Hektar Tanah Sertifikat
- 4Kabut Asap Karhutla di Aceh Kian Pekat, BMKG Peringatkan Dampak Risiko Kesehatan Warga
- 5Polisi Terlibat Kejar-Kejaran Gerebek Narkoba di Tanjung Morawa, Tujuh Pelaku Ditangkap
- 6Dampak Kabut Asap Karhutla, Dinas Pendidikan Labuhanbatu Terapkan PJJ Bagi Siswa PAUD hingga SMP
- 7Tabrakan Beruntun Maut di Sergai, Sopir Angkutan Tewas dan 9 Orang Luka-Luka
- 8Gawat bah! Kado HUT ke-81 Pemkab Labuhanbatu Dicoreng "Rapor Merah", Aliansi Mahasiswa Ngamuk Geruduk Kantor Bupati
- 9354 Siswa di Berastagi Keracunan Menu MBG: 110 Dirawat Inap, BGN Resmi Suspend Dapur SPPG Sempajaya
- 10Diduga Jual Beli Jabatan, Wali Kota Medan Rico Waas Bebastugaskan Camat Medan Timur



