Sumut

Perusahaan Disemprot Ultimatum! Imbas Blokir Jalan di Rohil, Kesepakatan Sumur Bor Rp100 Juta Meledak: Deadlock 2 Minggu atau Jalan Ditutup Total!

Syafarul Amri | 20 Agustus 2026, 13:13 WIB
Perusahaan Disemprot Ultimatum! Imbas Blokir Jalan di Rohil, Kesepakatan Sumur Bor Rp100 Juta Meledak: Deadlock 2 Minggu atau Jalan Ditutup Total!
Aksi pemblokiran jalan di Simpang Joko Rohil memuncak! Pihak pengusaha dan warga sepakati proyek sumur bor Rp100 juta demi atasi debu pekat. Warga beri ultimatum 2 minggu atau jalan ditutup total - Akurat Sumut/Syafarul Amri

ROKAN HILIR - Ketegangan di ruas jalan lintas Bagan Batu-Tanjung Medan, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) akhirnya melahirkan drama baru.

Pasca aksi nekad warga Simpang Joko dan Simpang Acong yang memblokir total akses jalan akibat kepungan debu pekat, mediasi panas yang difasilitasi Unsur Pimpinan Kecamatan (Upika) Bagan Sinembah mendesak lahirnya kesepakatan bernilai ratusan juta rupiah, Rabu (19/8/2026).

Mediasi tersebut melibatkan Camat Bagan Sinembah Drs Ahmat Atin, Kapolsek AKP Gian Wiatma Jonimanadala, Danramil 03/Bgs Kapten Inf Khairul Anwar, pihak Kepenghuluan Persiapan Murini Makmur serta masyarakat Simpang Joko dan Simpang Acong.

Masyarakat dan pihak pengusaha Peron/Ram sepakat patungan membangun satu unit sumur bor 'raksasa' sedalam 150 meter senilai Rp100 juta untuk memasok air penyiraman jalan.

Tak main-main, warga yang geram bahkan telah menggalang dana swadaya hingga menembus angka Rp32,5 juta.

Namun, ancaman besar masih membayang. Warga Dusun Murini, Salman Paris Siringoringo, melontarkan bom ultimatum, perusahaan diberi tenggat waktu kaku selama dua minggu untuk merampungkan proyek tersebut.

"Jika dalam waktu dua minggu tidak terealisasi, maka masyarakat dipastikan akan menggelar aksi blokade susulan yang jauh lebih besar" tegas Salman.

Kekecewaan warga kian memuncak lantaran dua raksasa industri di wilayah tersebut, yakni PTPN IV Kebun Tanjung Medan dan PT Lahan Tani Sakti (LTS), tercatat belum mengucurkan dana kontribusi sepeser pun dalam daftar sumbangan swadaya.

Sebelumnya, pada Selasa (18/8) aksi warga menjadi perhatian setelah akses jalan di kawasan Simpang Joko dan Simpang Acong dihentikan sementara sebagai bentuk protes terhadap debu yang dinilai semakin mengganggu aktivitas dan kenyamanan masyarakat.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.