Sumut

Tak Tahan Teror Debu Pekat, Warga Nekat Blokir Jalan Lintas Bagan Batu–Tanjung Medan

Habibi Caniago | 19 Agustus 2026, 10:43 WIB
Tak Tahan Teror Debu Pekat, Warga Nekat Blokir Jalan Lintas Bagan Batu–Tanjung Medan
Aksi pemblokiran Jalan Lintas Bagan Batu–Tanjung Medan pecah! Warga Rokan Hilir protes keras kepulan debu pekat akibat grading jalan oleh perusahaan. - Akurat Sumut/Iloeng/Istimewa

ROKAN HILIR - Amarah warga Dusun Murini Simpang Joko dan Simpang Acong, Kepenghuluan Persiapan Murni Makmur, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, Riau akhirnya pecah.

Dipicu rasa kekesalan yang memuncak akibat teror debu pekat, massa nekat memblokir penuh ruas Jalan Lintas Bagan Batu-Tanjung Medan pada Selasa (18/8/2026).

Aksi melumpuhkan arus lalu lintas ini merupakan bentuk protes keras masyarakat terhadap dampaknya pengerjaan grading (pemerataan) jalan oleh perusahaan.

Proses tersebut dinilai makin memperparah kepulan debu tebal hingga mengepul ke pemukiman dan mengancam kesehatan warga.

Sebelum aksi nekat ini meletus, warga sebenarnya telah melayangkan ultimatum keras kepada manajemen perusahaan serta para pemilik peron atau ram kelapa sawit yang lalu lalang di area tersebut. Dalam deklarasi tertulis, warga menuntut tiga poin utama

Pertama, Penyiraman Rutin, Perusahaan wajib menyiram jalan minimal 3 kali sehari.

Kedua, Kontrol Kecepatan, Para sopir truk sawit dan kendaraan berat dilarang melaju kencang saat melintasi permukiman.

Dan ketiga, Kompensasi Kesehatan, Pemberian bantuan obat-obatan bagi warga yang terjangkit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan debu.

Namun, ultimatum tersebut diduga kuat tak digubris, hingga memicu gelombang kekesalan massal.

"Siram! Siram! Siram!" jerit warga menyuarakan amarah mereka di lokasi aksi.

Tokoh masyarakat setempat, Ismail Siregar, membenarkan aksi pemblokiran jalan skala besar ini. Menurutnya, pemblokiran dilakukan karena hingga saat ini tidak ada satu pun pihak perusahaan maupun pengusaha ram sawit yang menunjukkan iktikad baik untuk mencari solusi.

“Untuk kawan-kawan yang melintas dari Simpang Pujud ke Tanjung Medan, mohon maaf perjalanan saat ini terhambat karena jalan baru digrader perusahaan hingga mengakibatkan debu parah di kawasan padat penduduk,” tegas Ismail.

Ia mengimbau para pengguna jalan, khususnya sopir angkutan industri, untuk bersabar sembari menantikan kejelasan terkait pihak yang bertanggung jawab melakukan penyiraman jalan secara rutin.

Sementara, Salman Paris Siringoringo saat menjelaskan bahwa sekitar pukul 22.00 WIB, blokir dibuka. Alasannya, pertama karena turun hujan, kedua, setelah runding dengan unsur pimpinan kecamatan (Upika) Bagan Sinembah.

"Mereka berjanji siang (Rabu 19/8/2026) ini akan menghadirkan pihak perusahaan PT LTS dan PTPN IV Regional I Kebun Tanjung Medan serta pengusaha Ram atau Peron di titik blokir jalan" jelasnya, Rabu (19/8).

Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di kawasan tersebut kembali normal dan warga bergeming menuntut tindakan konkret dari perusahaan terkait demi kesehatan dan kenyamanan tempat tinggal mereka. (Iloeng)

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.