Tak Tahan Teror Debu Pekat, Warga Nekat Blokir Jalan Lintas Bagan Batu–Tanjung Medan

ROKAN HILIR - Amarah warga Dusun Murini Simpang Joko dan Simpang Acong, Kepenghuluan Persiapan Murni Makmur, Kecamatan Bagan Sinembah, Kabupaten Rokan Hilir, Riau akhirnya pecah.
Dipicu rasa kekesalan yang memuncak akibat teror debu pekat, massa nekat memblokir penuh ruas Jalan Lintas Bagan Batu-Tanjung Medan pada Selasa (18/8/2026).
Aksi melumpuhkan arus lalu lintas ini merupakan bentuk protes keras masyarakat terhadap dampaknya pengerjaan grading (pemerataan) jalan oleh perusahaan.
Proses tersebut dinilai makin memperparah kepulan debu tebal hingga mengepul ke pemukiman dan mengancam kesehatan warga.
Sebelum aksi nekat ini meletus, warga sebenarnya telah melayangkan ultimatum keras kepada manajemen perusahaan serta para pemilik peron atau ram kelapa sawit yang lalu lalang di area tersebut. Dalam deklarasi tertulis, warga menuntut tiga poin utama
Pertama, Penyiraman Rutin, Perusahaan wajib menyiram jalan minimal 3 kali sehari.
Kedua, Kontrol Kecepatan, Para sopir truk sawit dan kendaraan berat dilarang melaju kencang saat melintasi permukiman.
Dan ketiga, Kompensasi Kesehatan, Pemberian bantuan obat-obatan bagi warga yang terjangkit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) akibat paparan debu.
Namun, ultimatum tersebut diduga kuat tak digubris, hingga memicu gelombang kekesalan massal.
"Siram! Siram! Siram!" jerit warga menyuarakan amarah mereka di lokasi aksi.
Tokoh masyarakat setempat, Ismail Siregar, membenarkan aksi pemblokiran jalan skala besar ini. Menurutnya, pemblokiran dilakukan karena hingga saat ini tidak ada satu pun pihak perusahaan maupun pengusaha ram sawit yang menunjukkan iktikad baik untuk mencari solusi.
“Untuk kawan-kawan yang melintas dari Simpang Pujud ke Tanjung Medan, mohon maaf perjalanan saat ini terhambat karena jalan baru digrader perusahaan hingga mengakibatkan debu parah di kawasan padat penduduk,” tegas Ismail.
Ia mengimbau para pengguna jalan, khususnya sopir angkutan industri, untuk bersabar sembari menantikan kejelasan terkait pihak yang bertanggung jawab melakukan penyiraman jalan secara rutin.
Sementara, Salman Paris Siringoringo saat menjelaskan bahwa sekitar pukul 22.00 WIB, blokir dibuka. Alasannya, pertama karena turun hujan, kedua, setelah runding dengan unsur pimpinan kecamatan (Upika) Bagan Sinembah.
"Mereka berjanji siang (Rabu 19/8/2026) ini akan menghadirkan pihak perusahaan PT LTS dan PTPN IV Regional I Kebun Tanjung Medan serta pengusaha Ram atau Peron di titik blokir jalan" jelasnya, Rabu (19/8).
Hingga berita ini diturunkan, arus lalu lintas di kawasan tersebut kembali normal dan warga bergeming menuntut tindakan konkret dari perusahaan terkait demi kesehatan dan kenyamanan tempat tinggal mereka. (Iloeng)
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Aceh Dikepung Kabut Asap: BMKG Ungkap Pemicu dan Ancaman Transboundary Haze
- 2Bus Tahanan Polres Labuhanbatu Masuk Jurang Usai Tabrak Fuso di Jalinsum Labura, Tahanan Luka-Luka
- 3Sengketa Lahan Aceh Utara: Masyarakat dan Serikat Tani Desak PTPN Cot Girek Kembalikan 400 Hektar Tanah Sertifikat
- 4Kabut Asap Karhutla di Aceh Kian Pekat, BMKG Peringatkan Dampak Risiko Kesehatan Warga
- 5Polisi Terlibat Kejar-Kejaran Gerebek Narkoba di Tanjung Morawa, Tujuh Pelaku Ditangkap
- 6Dampak Kabut Asap Karhutla, Dinas Pendidikan Labuhanbatu Terapkan PJJ Bagi Siswa PAUD hingga SMP
- 7Tabrakan Beruntun Maut di Sergai, Sopir Angkutan Tewas dan 9 Orang Luka-Luka
- 8Polres Asahan Tangkap Ayah Tiri Kasus Persetubuhan Anak di Air Joman
- 9354 Siswa di Berastagi Keracunan Menu MBG: 110 Dirawat Inap, BGN Resmi Suspend Dapur SPPG Sempajaya
- 10Diduga Jual Beli Jabatan, Wali Kota Medan Rico Waas Bebastugaskan Camat Medan Timur






