Sumut

KPPU Usut Lonjakan Harga dan Kelangkaan Semen di Sumatera Utara

Nuraini Akurat Sumut | 13 Agustus 2026, 08:20 WIB
KPPU Usut Lonjakan Harga dan Kelangkaan Semen di Sumatera Utara
KPPU Usut Lonjakan Harga dan Kelangkaan Semen di Sumatera Utara - IST

MEDAN - Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah I mulai menelisik penyebab di balik melambungnya harga semen yang mencapai 25 hingga 40 persen di wilayah Sumatera Utara (Sumut).

Selain lonjakan harga, KPPU juga menyoroti kelangkaan pasokan sejumlah merek semen yang memicu keluhan di tengah masyarakat dan sektor konstruksi.

Langkah awal pendalaman ini dilakukan melalui Focus Group Discussion (FGD) bertajuk Kajian Struktur Pasar dan Distribusi Semen di Provinsi Sumatera Utara, Senin (10/8/2026).

Forum tersebut menghadirkan jajaran produsen, distributor, asosiasi pengusaha konstruksi, Polda Sumut, hingga Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Sumut.

Anggota KPPU, Budi Joyo Santoso, menegaskan bahwa forum ini digelar untuk mengumpulkan data dan gambaran utuh mengenai dinamika pasar semen di Sumut.

"FGD ini belum mengarah pada penarikan kesimpulan atau penilaian terhadap pelaku usaha. KPPU masih dalam tahap mengumpulkan data terkait pasokan, rantai distribusi, pembentukan harga, serta peta persaingan," ujar Budi dalam keterangannya saat membuka kegiatan secara daring dikutip, Kamis (13/8).

Kepala Kanwil I KPPU, Ridho Pamungkas, mengungkapkan adanya ketimpangan antara ketersediaan barang dan dinamika harga di lapangan. Data BPS per Juni 2026 mencatat kenaikan harga kelompok bangunan nasional sebesar 8,68 persen, sedangkan sektor transportasi naik 4,57 persen. Namun, kenaikan harga semen di Sumut justru melonjak signifikan hingga rentang 25–40 persen.

"Secara teori, kapasitas produksi nasional masih mencukupi. Namun di tingkat konsumen, pasokan justru terbatas secara bersamaan di berbagai merek. Kita perlu memetakan di titik mana terjadi bottleneck atau hambatan antara produsen dan konsumen," jelas Ridho.

Dalam diskusi tersebut, sejumlah produsen memaparkan kendala operasional yang dihadapi sepanjang Mei-Juni 2026.

Indocement: Mengalami kendala pengiriman semen dari Pulau Jawa ke Sumut via Pelabuhan Kuala Tanjung dan Belawan akibat masalah transportasi laut.

Semen Indonesia Group (SIG): Penjualan di Sumut meningkat 16 persen hingga Juli 2026 salah satunya untuk pemulihan pascabencana di Aceh. Namun, SIG menghadapi tantangan produksi akibat keterbatasan pasokan batu bara.

Semen Merah Putih: Sempat mengalami gangguan mesin pabrik serta kendala distribusi akibat antrean BBM solar di jalan raya.

KPPU Kanwil I akan mendalami struktur biaya dan mekanisme pembentukan harga dari hulu ke hilir. Penelusuran juga diarahkan ke jalur distribusi laut dengan melibatkan operator pelayaran, distributor, hingga PT Pelindo guna memeriksa kapasitas angkutan, waktu tunggu (dwelling time), dan komponen biaya logistik.

Ridho menekankan bahwa hingga saat ini KPPU belum menyimpulkan adanya pelanggaran persaingan usaha. Seluruh data yang terkumpul dari FGD ini akan diverifikasi lebih lanjut melalui kajian mendalam serta pemantauan langsung di lapangan.

Bagikan:
  • Share to WhatsApp
  • Share to X (Twitter)
  • Share to Facebook

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.