Harga Pangan Turun, Kota Pematangsiantar Catat Deflasi 0,18 Persen di Juni 2025

AKURAT SUMUT - Kota Pematangsiantar kembali mencatat deflasi pada Juni 2025 sebesar 0,18 persen, melanjutkan tren penurunan harga yang sama pada bulan sebelumnya.
Stabilnya harga kebutuhan pokok di pasar, dipicu oleh melimpahnya pasokan beras dan komoditas pangan lainnya, menjadi faktor utama penurunan angka inflasi.
Kepala Kantor Perwakilan BI Pematangsiantar Muqorobin, dalam High Level Meeting TPID di Lantai 4 Kantor BI Pematangsiantar, Kamis (3/7), menjelaskan bahwa deflasi Juni terutama ditopang oleh penurunan harga cabai merah.
“Lonjakan stok cabai merah di pasaran telah menekan harganya secara signifikan,” tegasnya.
Muqorobin, dalam kesempatan yang sama, menambahkan bahwa tomat dan ikan dencis juga berkontribusi besar terhadap deflasi.
“Harga tomat turun hingga mendorong deflasi sebesar 0,08 persen, sementara ikan dencis menyumbang deflasi 0,05 persen,” ujarnya.
Baca Juga: Air Keruh dan Berlendir, Warga Simalungun Tolak Bayar Tagihan PDAM Selama 2 Tahun
Pada pertemuan HLM TPID, delapan kabupaten/kota di wilayah kerja BI Pematangsiantar kembali meneguhkan komitmen pengendalian inflasi melalui berbagai program daerah. Program Pekarangan Pangan Lestari (P2L) menjadi andalan jangka panjang untuk memperkuat ketersediaan pangan lokal.
Muqorobin, dalam HLM TPID sebelumnya di Parapat, menegaskan bahwa P2L akan memperkuat ketahanan pangan rumah tangga.
“Dengan menanam sendiri di pekarangan, masyarakat tidak terlalu bergantung pada pasokan dari luar daerah,” jelasnya.
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi memberikan apresiasi tinggi atas kerja keras TPID dalam menjaga stabilitas harga.
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, saat menutup HLM TPID di Kantor BI Pematangsiantar, Kamis (3/7), mengaku bangga dengan sinergi semua pihak.
“Kami berterima kasih kepada seluruh anggota TPID yang telah pantau harga dan koordinasi secara intensif,” sambungnya.
Baca Juga: Eks Dirut PDAM Binjai Divonis 2,5 Tahun Penjara karena Korupsi Dana Modal
HLM TPID diharapkan dapat memperkuat sinergi antar lembaga mulai dari Pemkot, Perum Bulog, BPS, hingga PD Pasar Horas Jaya sebagai prasyarat pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkesinambungan.
Dengan kerjasama dan komitmen yang terjaga, deflasi bukan hanya tantangan sementara, tetapi peluang memperkokoh kestabilan ekonomi daerah.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1354 Siswa di Berastagi Keracunan Menu MBG: 110 Dirawat Inap, BGN Resmi Suspend Dapur SPPG Sempajaya
- 2Buntut Tragedi Keracunan Massal MBG di Karo, Kepala BGN Bawa Ancaman Pemecatan ASN Hingga Suspend Dapur SPPG
- 3Dugaan Diskriminasi PT SMART Tbk Jerat Petani Sawit Adipati Labura: Akses Jalan Dipatok, Ekonomi Warga Lumpuh!
- 4Polrestabes Medan Gagalkan Peredaran 622 Pod Getar Bernarkoba Asal Malaysia
- 5Gempa M6,4 Guncang Simalungun Sumatra Utara, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
- 6HUT ke-81 RI, 463 Napi Lapas Rantauprapat Terima Remisi, 20 Orang Langsung Bebas
- 7Aksi Heroik Siswa SMAN 1 Panai Hilir Panjat Tiang Bendera Saat Upacara HUT ke-81 RI
- 8Perkuat Sinergi Forkopimda, Kapolda Sumut Hadiri Upacara HUT ke-81 RI di Lapangan Astaka
- 9354 Siswa di Berastagi Keracunan Menu MBG: 110 Dirawat Inap, BGN Resmi Suspend Dapur SPPG Sempajaya
- 10Diduga Jual Beli Jabatan, Wali Kota Medan Rico Waas Bebastugaskan Camat Medan Timur





