Tinjau Bedah Rumah di Medan Tuntungan, Wali Kota Rico Waas Pastikan Hunian Warga Layak dan Nyaman

AKURAT SUMUT Wali Kota Medan, Rico Tri Putra Bayu Waas, meninjau langsung pelaksanaan program perbaikan Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) atau bedah rumah di Kelurahan Tanjung Selamat, Kecamatan Medan Tuntungan, Rabu (5/8/2026).
Peninjauan tersebut berfokus pada dua lokasi, yakni kediaman Jaipah dan Asnah di Jalan Bunga Sakura (Lingkungan I), serta rumah milik Rusli Pratama Tarigan di Jalan Petunia Raya (Lingkungan II).
Langkah ini dilakukan guna memastikan pengerjaan proyek berjalan sesuai rencana dan memberikan dampak nyata bagi penerima manfaat.
Dalam peninjauannya, Rico menekankan pentingnya kualitas dan kerapian hasil pengerjaan konstruksi agar hunian yang telah direnovasi dapat dimanfaatkan secara optimal dan bertahan lama.
"Yang penting pengerjaannya rapi dan hasilnya bisa dimanfaatkan masyarakat. Tujuan kita adalah memastikan warga memiliki tempat tinggal yang lebih layak, sehat, dan nyaman," tegas Rico di sela-sela peninjauan.
Ia menambahkan, kondisi rumah warga yang disasar program ini memang sangat membutuhkan perhatian pemerintah. Beberapa di antaranya bahkan masih berkonstruksi kayu lapuk yang telah ditempati secara turun-temurun selama puluhan tahun.
Program bedah rumah ini merupakan wujud komitmen Pemerintah Kota (Pemko) Medan dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat berpenghasilan rendah. Tahun ini, Pemko Medan menargetkan perbaikan sebanyak 213 unit RTLH, dengan penyesuaian yang akan terus dilakukan sesuai dinamika kebutuhan di lapangan.
Rico menjelaskan bahwa seluruh mekanisme pendataan diawali dari tingkat bawah melalui usulan pihak kelurahan, sebelum akhirnya diakomodasi ke dalam anggaran resmi daerah.
Skema Pengusulan, jelasnya, berasal dari aspirasi kelurahan yang ditampung oleh Pemko Medan.
Sementara, sumber pendanaan murni bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kota Medan.
"Harapannya, masyarakat bisa hidup lebih berkualitas dan sehat di dalam rumahnya. Anak-anak juga bisa belajar dan tidur dengan lebih tenang," tambahnya.
Terkait temuan beberapa bangunan yang belum dituntaskan seperti tahap pengecatan, Wali Kota menjelaskan bahwa proses pengerjaan memang masih berlangsung secara bertahap. Pengecatan akhir (finishing) baru akan dilakukan setelah seluruh struktur fisik bangunan rampung dikerjakan.
Pemko Medan berharap program ini tidak hanya sekadar mengubah fisik bangunan, tetapi juga mampu menciptakan iklim lingkungan permukiman yang aman, sehat, dan kondusif bagi tumbuh kembang keluarga.
Penulis: Deddy Siregar
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1354 Siswa di Berastagi Keracunan Menu MBG: 110 Dirawat Inap, BGN Resmi Suspend Dapur SPPG Sempajaya
- 2Buntut Tragedi Keracunan Massal MBG di Karo, Kepala BGN Bawa Ancaman Pemecatan ASN Hingga Suspend Dapur SPPG
- 3Dugaan Diskriminasi PT SMART Tbk Jerat Petani Sawit Adipati Labura: Akses Jalan Dipatok, Ekonomi Warga Lumpuh!
- 4Polrestabes Medan Gagalkan Peredaran 622 Pod Getar Bernarkoba Asal Malaysia
- 5Gempa M6,4 Guncang Simalungun Sumatra Utara, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
- 6HUT ke-81 RI, 463 Napi Lapas Rantauprapat Terima Remisi, 20 Orang Langsung Bebas
- 7Aksi Heroik Siswa SMAN 1 Panai Hilir Panjat Tiang Bendera Saat Upacara HUT ke-81 RI
- 8Perkuat Sinergi Forkopimda, Kapolda Sumut Hadiri Upacara HUT ke-81 RI di Lapangan Astaka
- 9354 Siswa di Berastagi Keracunan Menu MBG: 110 Dirawat Inap, BGN Resmi Suspend Dapur SPPG Sempajaya
- 10Diduga Jual Beli Jabatan, Wali Kota Medan Rico Waas Bebastugaskan Camat Medan Timur







