Dua Rumah Ludes Terbakar, Ketiadaan Damkar di Pelosok Labuhanbatu Kembali Disorot

PANAI HULU - Si jago merah kembali membanting amarah dan merenggut kedamaian warga. Sebanyak dua unit rumah di Dusun Amal, Desa Tanjung Sarang Elang, Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu, Sumatera Utara, ludes rata dengan tanah setelah dilalap api dahsyat pada Sabtu (8/8/2026) sekira pukul 17.00 WIB.
Kobaran api yang membumbung tinggi dengan cepat melahap konstruksi rumah papan milik warga, yakni Rahmayanti Harahap, Mukhyaruddin, dan Rita. Ketiadaan armada Pemadam Kebakaran (Damkar) di wilayah Panai Hulu membuat api mengganas tanpa perlawanan memadai, memaksa warga sekitar berjuang seadanya demi menahan gumpalan api agar tidak merembet lebih jauh.
Tragedi ini memantik amarah sekaligus keprihatinan mendalam masyarakat setempat atas minimnya fasilitas penanggulangan bencana di wilayah pelosok.
"Setiap menit sangat berharga ketika api membesar. Keterlambatan penanganan jelas fatal. Pemkab Labuhanbatu harus membuka mata dan menjadikan ini evaluasi serius. Kami butuh armada Damkar yang stanby di Panai Hulu, bukan sekadar janji" celoteh salah seorang warga di lokasi dengan nada geram.
Kepala Desa Tanjung Sarang Elang, Ahmad Fauzi, yang hadir langsung di lokasi bencana menyampaikan duka mendalam atas musibah yang menimpa warganya.
"Atas nama Pemerintah Desa dan seluruh masyarakat, kami turut prihatin dan berduka cita atas musibah yang menimpa saudara kita. Kami berharap keluarga korban diberikan kekuatan dan kesabaran," ujar Ahmad Fauzi. Ia juga mengimbau seluruh pihak untuk bahu-membahu menyalurkan bantuan guna meringankan beban para korban.
Sementara itu, jajaran Polsek Panai Tengah bergerak cepat mengamankan Tempat Kejadian Perkara (TKP). Kapolsek Panai Tengah AKP Amlan melalui Kanit Reskrim IPDA Erik Rianto Hutabarat mengonfirmasi bahwa tidak ada korban jiwa dalam insiden berdarah dingin ini.
"Personel langsung kami tumpahkan ke lokasi untuk pengamanan TKP. Beruntung tidak ada korban jiwa, sementara kerugian materil masih dalam perhitungan," tegas IPDA Erik Rianto.
Ia menambahkan bahwa pihak kepolisian tengah bekerja ekstra untuk membongkar penyebab pasti kebakaran tersebut. "Petugas sudah melakukan olah TKP, mengamankan barang bukti, dan memeriksa saksi-saksi untuk memastikan titik awal serta penyebab munculnya api," pungkasnya.
Terpisah, Ketua LSM Komunitas Masyarakat Labuhanbatu (KML), Hanafiah menilai peristiwa tragis ini menjadi momentum krusial dan alarm keras bagi Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu.
"Rata tanahnya dua unit rumah warga tidak boleh dianggap sekadar musibah rutin yang menguap begitu saja. Masyarakat Panai Hulu menuntut langkah konkret keberadaan armada dan personel Damkar demi menjamin keselamatan jiwa serta harta benda warga di masa depan" ujarnya singkat.
Penulis: Abdul Fadil
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Aceh Dikepung Kabut Asap: BMKG Ungkap Pemicu dan Ancaman Transboundary Haze
- 2Bus Tahanan Polres Labuhanbatu Masuk Jurang Usai Tabrak Fuso di Jalinsum Labura, Tahanan Luka-Luka
- 3Sengketa Lahan Aceh Utara: Masyarakat dan Serikat Tani Desak PTPN Cot Girek Kembalikan 400 Hektar Tanah Sertifikat
- 4Kabut Asap Karhutla di Aceh Kian Pekat, BMKG Peringatkan Dampak Risiko Kesehatan Warga
- 5Polisi Terlibat Kejar-Kejaran Gerebek Narkoba di Tanjung Morawa, Tujuh Pelaku Ditangkap
- 6Dampak Kabut Asap Karhutla, Dinas Pendidikan Labuhanbatu Terapkan PJJ Bagi Siswa PAUD hingga SMP
- 7Tabrakan Beruntun Maut di Sergai, Sopir Angkutan Tewas dan 9 Orang Luka-Luka
- 8Gawat bah! Kado HUT ke-81 Pemkab Labuhanbatu Dicoreng "Rapor Merah", Aliansi Mahasiswa Ngamuk Geruduk Kantor Bupati
- 9354 Siswa di Berastagi Keracunan Menu MBG: 110 Dirawat Inap, BGN Resmi Suspend Dapur SPPG Sempajaya
- 10Diduga Jual Beli Jabatan, Wali Kota Medan Rico Waas Bebastugaskan Camat Medan Timur







