5 Hari Pencarian dan Duka Mendalam, Bayi 6 Bulan yang Terbawa Arus Sungai Akhirnya Ditemukan!

AKURAT SUMUT - Pada dini hari Minggu (06/04/2025) sekitar pukul 00.23 WIB, sebuah mini bus Toyota Hiace berplat nomor BD 7358 AC dengan nama “Barbaran Nauli” mengalami kecelakaan tunggal di Jembatan Kembar Desa Aek Nabara Tonga, Kecamatan Aek Nabara, Kabupaten Padang Lawas, Sumatera Utara.
Bus yang mengangkut sekitar 18 penumpang tersebut terjungkal 90° ke dalam aliran sungai, mengakibatkan tiga penumpang mengalami luka ringan serta satu bayi berusia enam bulan dinyatakan hilang.
Insiden terjadi di ruas jalan lintas Provinsi antara Gunung Tua dan Sibuhuan yang memiliki tikungan tajam, dengan visibilitas terbatas akibat penghalang bangunan bengkel di sekitar jembatan.
Kondisi jalan yang licin dan minimnya rambu lalu lintas diduga turut berperan dalam kecelakaan ini. Dalam kekacauan itu, bayi yang berada di dalam bus hilang dari pandangan.
Upaya Pencarian dan Penemuan Bayi
Tim gabungan pencarian yang melibatkan Basarnas wilayah Tabagsel, BPBD Pemkab Padang Lawas, personel TNI/Polri, Satpol PP, dan masyarakat setempat terus menggencarkan pencarian sejak kejadian.
Proses pencarian selama lima hari akhirnya membuahkan hasil ketika jasad bayi ditemukan di darat, tepatnya di pinggir Sungai Barumun dekat kebun warga Desa Siparau, Kecamatan Barumun Tengah.
Plt Camat Aek Nabara Barumun, Abdollah Harahap, menyatakan bahwa lokasi penemuan berada sekitar 20 kilometer dari titik jembatan kembar di Desa Aek Nabara Tonga, dengan bayi ditemukan sekitar pukul 15.30 WIB, Kamis (10/04/2025).
Penanganan Korban
Bayi yang sempat dinyatakan hilang kemudian ditemukan dalam kondisi kaku dan sudah tidak bernyawa. Jasad yang masih utuh namun terlihat lebam langsung dievakuasi menggunakan kantong mayat oleh tim Basarnas.
Menurut Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Pemkab Padang Lawas, Salfator Sitorus, korban dibawa ke Puskesmas Padang Garugur Aek Nabara untuk penanganan medis selanjutnya dan akan segera diserahkan ke pihak keluarga.
Sekretaris BPBD Palas, H. Irsan Soleh, menambahkan bahwa bayi tersebut ditemukan hanya sekitar lima menit setelah tim pencarian tiba di area aliran Sungai Barumun di Desa Siparau. Dalam keterangannya, Irsan Soleh mengungkapkan,
"Kami atas nama tim SAR gabungan turut berduka, semoga kedua orang tuanya dapat bersabar atas musibah ini."
Kejadian tragis ini menimbulkan duka mendalam bagi masyarakat dan seluruh pihak yang terlibat dalam proses pencarian dan penanganan korban.
Upaya cepat dan koordinasi antar lembaga dinilai sangat penting dalam menghadapi situasi darurat seperti ini.
Sementara itu, pihak berwenang berharap agar peristiwa serupa tidak terulang dengan meningkatkan pengamanan dan penanganan pada titik-titik rawan kecelakaan, terutama di jalan lintas dengan kondisi jalan yang berisiko.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini



Terpopuler
- 1354 Siswa di Berastagi Keracunan Menu MBG: 110 Dirawat Inap, BGN Resmi Suspend Dapur SPPG Sempajaya
- 2Buntut Tragedi Keracunan Massal MBG di Karo, Kepala BGN Bawa Ancaman Pemecatan ASN Hingga Suspend Dapur SPPG
- 3Dugaan Diskriminasi PT SMART Tbk Jerat Petani Sawit Adipati Labura: Akses Jalan Dipatok, Ekonomi Warga Lumpuh!
- 4Polrestabes Medan Gagalkan Peredaran 622 Pod Getar Bernarkoba Asal Malaysia
- 5Gempa M6,4 Guncang Simalungun Sumatra Utara, BMKG: Tidak Berpotensi Tsunami
- 6HUT ke-81 RI, 463 Napi Lapas Rantauprapat Terima Remisi, 20 Orang Langsung Bebas
- 7Perkuat Sinergi Forkopimda, Kapolda Sumut Hadiri Upacara HUT ke-81 RI di Lapangan Astaka
- 8Sertijab PJU dan Kapolsek Medan: Kombes Jean Calvijn Tekankan Soliditas dan Pelayanan Publik
- 9354 Siswa di Berastagi Keracunan Menu MBG: 110 Dirawat Inap, BGN Resmi Suspend Dapur SPPG Sempajaya
- 10Diduga Jual Beli Jabatan, Wali Kota Medan Rico Waas Bebastugaskan Camat Medan Timur






