Beredar Penjualan Mokas Tanpa Dokumen Di Panai Hulu, Kapolsek Panai Tengah : "Akan Kami Lidik"

AKURAT SUMUT - Polres Labuhanbatu melalui Kapolsek Panai Tengah diminta mengusut keberadaan show room liar (tidak punya badan usaha) di Ajamu, Kecamatan Panai Hulu, Kabupaten Labuhanbatu yang melakukan penjualan sepeda motor bekas tanpa kelengkapan dokumen seperti BPKB.
Ada pun sepeda motor bekas yang dijual berbagai merk bervariasi jenisnya, seperti, N-MAX, CRF, Scoopy dan banyak jenis lainnya.
Unit sepeda motor bekas (Mokas) yang dijual dari tahun rendah hingga tahun tinggi bermodalkan STNK tanpa ada memiliki BPKB. Bahkan, disinyalir unit Mokas oleh showroom ilegal yang dijual sebagian menggunakan STNK selendang (STNK Bodong).
Baca Juga: Sah! PT HSJ dan Josman Sinaga cs Dipolisikan Buntut Dugaan Pengrusakan Portal Pembatas Tonase
Sepeda motor bekas tahun tinggi tanpa BPKB 75 persen berasal dari luar pulau Sumatera Utara. Sudah bisa dipastikan unit sepeda motor bekas yang dijual hasil penggelapan sepeda motor oleh kreditur dari pihak leasing.
"Kalau yang menggunakan STNK bodong atau STNK selendang kuat dugaan hasil dari perbuatan kejahatan. Seperti perampokan, pencurian atau hasil begal,"kata warga setempat yang tidak mau disebutkan identitasnya di media.
Menurut sumber, akibat bebasnya beroperasi showroom ilegal di Kecamatan Panai Hulu menyebabkan turunnya penjualan unit sepeda motor resmi dari leasing maupun showroom.
Baca Juga: Jaga Marwah Bupati, Kadishub Labuhanbatu Hari Senin Laporkan Pengrusakan Portal Simpang HSJ
"Kami kesulitan mencari konsumen bang, penjualan unit menurun. Di ajamu saja kalau tidak salah ada 11 showroom ilegal yang menjual sepeda motor bekas hanya modal STNK,"sebut sumber yang mengaku bekerja di salah satu leasing resmi di Kecamatan Bilah Hilir.
Dikesempatan itu, sumber mensinyalir, bebasnya jual beli sepeda motor tanpa kelengkapan dokumen di Panai Hulu menduga sudah terkoordinir dan ada "setoran" kepada aparat penegak hukum setempat.
"Issu yang saya dapat seperti itu bang, para agen motor bekas bayar bulanan kepada APH, koordinatornya berinisial P oknum wartawan. Katanya, siapa pun polisi yang datang mencoba mengusut keberadaan showroom mokas itu tidak akan bisa, mau dari Polres, Polda atau dari Mabes Polri sekali pun. Karena info di lapangan oknum P itu mengaku profesor dan master hukum. Itu Issu yang berkembang di ajamu makanya semua bebas melenggang,"ujar sumber
"Kalau aku gak yakin dia setor ke APH, bisa jadi setoran dari toke Mokas untuk ke pribadinya, karena infonya, jangankan Kapolsek, Kapolres saja bisa dia pindahkan kalau dia mau kapan saja. Karena itu infonya Kapolsek Panai Tengah sampai anggotanya tak berani usik usaha ilegal kalau si P oknum wartawan itu yang membekingi. Begitulah rumor yang berkembang, di ajamu, benar tidaknya tak tahulah kami bang," timpal rekan sumber.
Berapa setahu sumber setoran dari toke Mokas ke oknum P tersebut perbulannya, sumber mengaku tidak tahu pasti berapa setoran yang diberikan.
"Kalau itu tak tahu pasti kami bang, tetapi cerita - cerita di lapangan sekitar 450.000 perbulan setoran dari per toke mokas showroom bang. Jumlah toko showroom ada 10, ditambah agen liar juga ikut bayar. Kalau pastinya gak tau lah kami, tapi begitulah info salah satu showroom di Panai Hulu"jawab sumber.
Baca Juga: Truk CPO PT HSJ Tabrak Portal Pembatas Tonase Hingga Rusak, AKP Andita: Laksanakan Sesuai Aturan
Salah seorang penjual Mokas dikonfirmasi awak media ini, mengaku, kalau mereka memberi KPD untuk pengamanan yang di koordinirkan inisial P oknum wartawan.
"Sorum semua bayar,"katanya saat ditanya kejelasan tentang setoran yang di kutip inisial P itu.
Kapolsek Pantai Tengah AKP Basyaruddin, S.E, S.H, dikonfirmasi awak media ini, Kamis ( 29/05/2025 ) menyampaikan Belum ada yg melapor konsumen ke Polsek sampai dengan saat ini. Terimakasih atas informasinya akan kami lidik.***
Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
Berita Terkait
Berita Terkini


Terpopuler
- 1Aceh Dikepung Kabut Asap: BMKG Ungkap Pemicu dan Ancaman Transboundary Haze
- 2Bus Tahanan Polres Labuhanbatu Masuk Jurang Usai Tabrak Fuso di Jalinsum Labura, Tahanan Luka-Luka
- 3Sengketa Lahan Aceh Utara: Masyarakat dan Serikat Tani Desak PTPN Cot Girek Kembalikan 400 Hektar Tanah Sertifikat
- 4Kabut Asap Karhutla di Aceh Kian Pekat, BMKG Peringatkan Dampak Risiko Kesehatan Warga
- 5Polisi Terlibat Kejar-Kejaran Gerebek Narkoba di Tanjung Morawa, Tujuh Pelaku Ditangkap
- 6Dampak Kabut Asap Karhutla, Dinas Pendidikan Labuhanbatu Terapkan PJJ Bagi Siswa PAUD hingga SMP
- 7Tabrakan Beruntun Maut di Sergai, Sopir Angkutan Tewas dan 9 Orang Luka-Luka
- 8Gawat bah! Kado HUT ke-81 Pemkab Labuhanbatu Dicoreng "Rapor Merah", Aliansi Mahasiswa Ngamuk Geruduk Kantor Bupati
- 9354 Siswa di Berastagi Keracunan Menu MBG: 110 Dirawat Inap, BGN Resmi Suspend Dapur SPPG Sempajaya
- 10Diduga Jual Beli Jabatan, Wali Kota Medan Rico Waas Bebastugaskan Camat Medan Timur







